English
 
Membuat Pelaporan
 
Laporkan:
  • Indikasi Tindakan curang
  • Indikasi Korupsi
  • Indikasi Pencurian
  • Indikasi Pelanggaran kebijakan dan peraturan perusahaan
  • Indikasi Benturan kepentingan
  • Indikasi Penyuapan
  • Indikasi Penggelapan
  • Indikasi Penipuan
  • Indikasi Pemerasan
Melalui:

Telepon:
+6221 1500 969

SMS dan WhatsApp:
+62812 90 060606

Faksimili:
+6221 1500 979
(Unduh lembar muka pelaporan disini)

Email:
ipcbersih@tipoffs.asia
(Unduh lembar muka pelaporan disini)

Kirim Surat:
IPC Bersih
PO BOX 3325
JKP 10033

(Unduh lembar muka pelaporan disini)

IPC Bersih

Apa yang perlu dilaporkan?

Jika anda melihat kejadian yang mencurigakan seperti:

  1. Tindakan Curang (tidak adil)
    Adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang/sekelompok Insan IPC dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, ataupun menggerakkan orang lain untuk memberikan keuntungan kepadanya dengan cara-cara yang tidak benar dan melawan hukum.

    Contoh dari tindakan curang :
    • Menyetujui pemberian order kepada supplier yang memiliki 'hubungan istimewa'.
    • Membayar atau tidak membayar vendor yang memiliki 'hubungan istimewa', yang secara langsung-tidak langsung memberi keuntungan komersial atau bentuk manfaat kompetitif lainnya bagi pada vendor lain.
    • Merekrut staf yang memiliki 'hubungan istimewa' dengannya, sementara ada kandidat yang memiliki kualifikasi yang lebih baik.

  2. Korupsi
    Tindakan Insan IPC, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya orang orang yang memiliki “hubungan istimewa” dengannya, dengan menyalahgunakan jabatan dan kekuasaan yang dipercayakan kepadanya.

    Contoh dari tindakan korupsi:
    • Menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
    • Menerima keuntungan (contohnya uang, hadiah, keramah-tamahan) yang bertentangan dengan tanggung jawab jabatan.
    • Menggunakan anggaran, harta, jasa pelayanan dan informasi perusahaan dan anak perusahaan untuk aktivitas diluar kedinasan.
    • Menerima keuntungan (dalam bentuk apapun) dari siapapun selain dari gaji dan tunjangan yang berhak mereka terima.

  3. Pencurian
    Kegiatan/tindakan mengambil suatu barang, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum. (KUHP Pasal 362).

    Contoh dari tindakan pencurian:
    • Mengambil hak milik orang lain tanpa persetujuan dari pemilik tersebut.
    • Menggunakan identitas diri orang lain untuk mendapatkan barang dan pelayanan.
    • Menjual benda-benda dan menyimpan hasil dari penjualan secara rahasia.
    • Menyalahgunakan/mengambil tanpa alasan hak uang/barang/data/ dokumen milik perusahaan dan/atau nasabah di lingkungan kerja.

  4. Pelanggaran kebijakan dan peraturan perusahaan
    Kegiatan/tindakan yang dilakukan oleh Insan IPC baik disengaja maupun terencana yang bertentangan dengan kebijakan dan peraturan internal Perusahaan dan anak Perusahaan. Pelaku pelanggaran ini dapat diancam sanksi menurut ketentuan yang berlaku, baik internal maupun eksternal.

    Contoh dari tindakan pelanggaran kebijakan dan peraturan perusahaan :
    • Menjalankan tugas mereka diluar prosedur dan instruksi yang telah ditetapkan.
    • Membocorkan informasi perusahaan, seperti: mengenai anggaran, penawaran dari pemasok, strategi bisnis dan lain sebagainya kepada orang-orang yang tidak berhak.
    • Membuat dan/atau menggunakan dan/atau memberikan dan/atau mengubah dan/atau menyalin dan/atau menggandakan data dan/atau keterangan yang tidak sesuai dengan sebenarnya sehingga merugikan perusahaan dan/atau nasabah dan/atau investor/calon investor.
    • Pemberian fasilitas kredit atau perpanjangan waktu pembayaran kewajiban kepada pelanggan atau vendor/supplier yang terindikasi melanggar ketentuan dan berpotensi merugikan Perusahaan dan Anak Perusahaan secara ekonomis.

  5. Benturan Kepentingan
    Sebuah situasi dan kondisi dimana Insan IPC atau pemegang saham utama karena kedudukan atau jabatan di Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki wewenang yang berpotensi disalahgunakan baik sengaja maupun tidak sengaja untuk kepentingan pribadinya sehingga menimbulkan adanya pertentangan antara kepentingan pribadi dan/atau kelompok dan/atau keluarga dengan kepentingan ekonomis Perusahaan dan Anak Perusahaan.

    Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kualitas keputusan atas tugas yang diamanatkan kepadanya, sehingga kinerja hasil keputusan tersebut dapat merugikan Perusahaan dan Anak Perusahaan.

    Contoh dari benturan kepentingan :
    • Menerima hadiah dalam bentuk uang atau hiburan dari vendor atau supplier.
    • Menerima bantuan finansial atau non-finansial dari vendor atau supplier.
    • Dimana seseorang atau pasangannya memiliki kepentingan yang bertentangan dengan kegiatan bisnis di perusahaan.
    • Pemberian keputusan penunjukan pihak tertentu sebagai penyedia barang/jasa, dimana insan IPC tersebut mempunyai kepentingan ekonomis pada pihak yang ditunjuk tersebut.

  6. Penyuapan/ Gratifikasi
    Suatu tindakan / kegiatan yang dilakukan secara sengaja dan sadar menerima sesuatu atau janji, sedangkan ia mengetahui atau patut dapat menduga bahwa pemberian sesuatu atau janji itu dimaksudkan supaya ia berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu dalam tugasnya, yang berlawanan dengan kewenangan atau kewajibannya yang menyangkut kepentingan umum. (Pasal 3 UU No. 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap)

    Pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. (Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi)

    Contoh dari penyuapan/gratifikasi :
    • Menerima imbalan secara langsung maupun tidak langsung dalam bentuk apapun dari pihak manapun yang terkait dengan suatu transaksi bisnis.
    • Menerima keuntungan-keuntungan dalam bentuk apapun yang mempengaruhi penilaian atau keputusan bisnis yang akan diambil.

  7. Penggelapan
    Tindakan/kegiatan yang dilakukan dengan sengaja dan secara sadar melawan hukum untuk memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, yang saat ini ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan. (KUHP Pasal 372).

    Contoh dari penggelapan :
    • Dengan sengaja dan melawan hukum memiliki suatu benda yang seluruhnya atau sebagian adalah milik perusahaan, yang dalam kekuasaannya baik karena jabatannya maupun bukan karena jabatannya.
    • Melakukan tindakan tidak jujur dengan menyembunyikan barang/harta perusahaan tanpa sepengetahuan perusahaan dengan tujuan untuk memiliki, menguasai, atau digunakan untuk tujuan lain

  8. Penipuan
    Kegiatan/tindakan yang dilakukan secara sengaja dan sadar dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang. (KUHP Pasal 378).

    Contoh dari tindakan penipuan:
    • Suatu tipu muslihat yang dipakai oleh salah satu pihak sehingga menyebabkan pihak lain menandatangani kontrak tersebut, padahal tanpa tipu muslihat tersebut pihak lain itu tidak akan menandatangani kontrak yang bersangkutan.
    • Dengan sengaja memberikan produk yang dalam kondisi rusak yang mengakibatkan kerugian dalam bentuk finansial.
    • Bekerja sendiri ataupun bekerjasama dengan pihak lain untuk menipu atasan atau Perusahaan dengan menggunakan tanda tangan palsu atau faktur palsu.

  9. Pemerasan
    Kegiatan/tindakan yang dilakukan dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang. (KUHP Pasal 368).

    Contoh dari tindakan pemerasan:
    • Melakukan pungutan tidak sah dalam bentuk apapun juga dalam menjalankan tugasnya untuk kepentingan pribadi/golongan/pihak lain.
    • Meminta sejumlah uang atau hadiah kepada calon supplier sebagai pengganti untuk sebuah pekerjaan.
    • Meminta sejumlah uang atau hadiah kepada pelanggan sebagai pengganti untuk sebuah pelayanan istimewa/khusus.

  10. Insan IPC
    Adalah anggota direksi, anggota dewan komisaris, anggota komite, pegawai tetap/tidak tetap/outsourcing dari PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan Anak Perusahaan.
 
Tentang IPC Bersih

IPC Bersih adalah sebuah program nyata dari manajemen PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan Anak Perusahaan untuk mewujudkan tempat kerja yang bersih dari tindakan curang, korupsi dan pemerasan.

Salah satu aplikasi yang disediakan oleh PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) bagi seluruh stakeholder yang memiliki informasi dan ingin melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang dilakukan oleh Insan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan Anak Perusahaan adalah Whistleblowing System yang independen.

Lebih Lanjut

Deloitte mengacu pada satu atau lebih dari Deloitte Touche Tohmatsu Limited, suatu perusahaan terbatas swasta Inggris (a private company limited by guarantee) ("DTTL"), dan jaringan anggotanya, serta entitas-entitas terkait. DTTL dan anggotanya masing-masing merupakan badan hukum yang terpisah dan independen. DTTL (yang juga disebut sebagai "Deloitte Global") tidak menyediakan jasa kepada klien. Silakan mengunjungi www.deloitte.com/about untuk penjelasan rinci tentang jaringan global anggota DTTL.
Deloitte menyediakan jasa audit, pajak, konsulting, penasihat risiko, dan layanan penasihat keuangan bagi klien publik dan swasta dari berbagai industri. Deloitte melayani 4 dari 5 perusahaan Fortune Global 500® melalui jaringan global yang menghubungkan anggotanya di lebih dari 150 negara dan wilayah yang mempersembahkan kemampuan dan perspektif kelas dunia serta layanan berkualitas tinggi bagi klien untuk mengatasi tantangan bisnis yang paling kompleks. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana lebih dari 264.000 tenaga profesional Deloitte membuat dampak yang berarti, silakan bergabung dengan kami pada Facebook, LinkedIn, atau Twitter.

Tentang Deloitte Southeast Asia
Deloitte Southeast Asia Ltd-anggota dari Deloitte Touche Tohmatsu Limited yang terdiri dari praktisi-praktisi Deloitte yang beroperasi di Brunei, Kamboja, Guam, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam- didirikan untuk memberikan nilai yang terukur terhadap tuntutan khusus dari perusahaan dan usaha yang semakin regional dan bertumbuh pesat.
Meliputi lebih dari 330 partner dan 8.000 tenaga profesional di 25 lokasi kantor, anak perusahaan dan afiliasi Deloitte Southeast Asia Ltd menggabungkan keahlian teknis dan pengetahuan industri yang mendalam untuk memberikan layanan yang konsisten dan berkualitas tinggi bagi perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut.
Semua jasa diberikan oleh praktisi-praktisi di negara masing-masing, anak perusahaan dan afiliasinya yang merupakan badan hukum terpisah dan independen.

Tentang Deloitte Indonesia
Di Indonesia, jasa diberikan oleh PT Deloitte Konsultan Indonesia.
© PT Deloitte Konsultan Indonesia